10 Pemain Bulutangkis Putri Terbaik

Minggu, 07 Februari 2016

Permainan bulutangkis saat ini banyak diminati masyarakat dunia sebagai salah satu olahraga populer. Para pemainnya mulai bermunculan dari berbagai negara bukan hanya Asia namun juga Eropa dan Amerika. Pemain terbaik bulutangkis wanita saat ini pun tak hanya didominasi dari China namun juga Spanyol, India, Thailand, Denmark, Korea, Jepang dan banyak lainnya. Sayang, Indonesia tak mampu mensejajarkan diri dan menembus 10 besar sekalipun dalam peringkat BWF (Badminton World Championships).
Akan tetapi sejarah mencatat legenda bulutangkis tunggal putri Indonesia Susi Susanti telah menorehkan masa keemasan yang membanggakan bagi tanah air, dan telah menjadi salah satu atlet putri terbaik sepanjang sejarah dan jadi contoh bagi para pemain badminton putri Indonesia maupun dunia.

Berikut adalah daftar 10 pemain bulutangkis wanita terbaik sepanjang masa:

1. Susi Susanti

Legenda bulutangkis wanita Indonesia bernama lengkap Lucia Francisca Susi Susanti atau dikenal dengan Susi Susanti lahir pada tanggal 11 Februari 1971 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Secara luas ia dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu pemain paling sukses dalam sejarah Badminton Wanita.

Susi Susanti menorehkan tinta kejayaan dengan meraih medali emas di tahun 1992 pada Olimpiade Barcelona dan medali perunggu di Olimpiade Atlanta 1996 sebagai pemain tunggal putri. Selain itu, Susi memenangkan Piala All-England empat kali pada tahun 1990, 1991, 1993 dan 1994. Meraih gelar Dunia Badminton Grand Prix berturut-turut lima kali 1990-1994 dan mengulang sukses sebagai juara lagi pada tahun 1996.

Kejuaraan Dunia IBF pada tahun 1993 pun menjadi catatan keberhasilan dirinya meraih emas. Susi Susanti merupakan anggota perintis Piala Uber mengalahkan tim nasional Cina pada tahun 1994 dan 1996. Susi menikah dengan salah satu pemain bamdinton tunggal putra Alan Budi Kusuma, dan kini selain menjadi Ibu Rumah Tangga ia pun berkiprah sebagai pelatih sekaligus pengamat dan tamu undangan sebagai komentator pagelaran pertandingan bulutangkis.

2. Zhang Ning

Zhang Ning lahir pada 19 Mei 1975 di Jinzhou, Liaoning, Cina. Ia disebut-sebut sebagai pemain bulu tangkis wanita terbesar sepanjang masa. Memperoleh medali emas Olimpiade dua kali dalam pertandingan tunggal putri dua tahun berturut-turut yaitu 2004 dan 2008, dan menjadi satu-satunya pemain wanita untuk memenangkan dua medali emas women’s singles Olimpiade berturut-turut.

Zhang Ning mewakili Cina di Piala Uber dari 1994 sampai 2006. Dia meraih emas pada Prancis Open pada tahun 1994, Swedia Open pada tahun 1996, Malaysia Open pada tahun 1998, Singapura Open pada tahun 2001 dan Korea Open pada tahun 2002. Zhang Ning juga mencapai gelar Dunia Badminton Grand prix dan Copenhagen Masters pada tahun 1998 dan menjadi pemenang Kejuaraan Asia pada tahun 2001. Serta memenangkan medali perak pada 1998 All-England Championships dan perunggu di tahun 2001 IBF Kejuaraan Dunia.

3. Gao Ling

Gao Ling lahir pada tanggal 14 Maret 1979, di Wuhan, Hubei, Cina, dan dianggap oleh banyak orang sebagai pemain ganda paling sukses dalam sejarah bulu tangkis perempuan. Dia memperoleh total sembilan medali yang mencakup empat medali emas di Kejuaraan Dunia BWF. Dia dan pasangannya Zhang Juni meraih medali emas dinomor ganda campuran dua kali berturut-turut pada Olimpiade tahun 2000 dan 2004.

Gao Ling meraih total empat medali emas Olimpiade bulutangkis yang paling banyak sebagai atlet bulutangkis wanita. Dia juga memenangkan gelar ganda putri berturut-turut enam kali di Kejuaraan All England dari 2001 hingga 2006. Gao Ling pun merupakan anggota perintis juara dunia tim Piala Uber Cina sejak tahun 2000.

4. Han Aiping

Han Aiping lahir pada tanggal 22 April 1962. Dia dengan mitra gandanya Li Lingwei mendominasi bulu tangkis internasional untuk sebagian besar pertandingan selama tahun 1980-an. Duo ini juga memimpin tim Cina untuk kemenangan dalam Piala Uber dan memenangkan Kejuaraan Dunia IBF dua kali berturut-turut.

Han Aiping mencapai dua medali emas di tunggal dan satu lagi di ganda putri di Kejuaraan Dunia. Dia juga memenangkan medali perak di nomor tunggal putri dan ganda putri Kejuaraan Dunia. Tak hanya itu, kemampuannya bermain dua kali sebagai pemain tunggal putri dan ganda putri terus dilakukan begitupula saat bertanding pada Hong Kong Open.

5. Gu Jun

Gu Jun lahir pada tanggal 3 Januari 1975 di Wuxi, Jiangsu, dikenal sebagai pemain bulu tangkis perempuan terbesar diera tahun 1990-an. Dia dengan pasangannya Ge Fei mendominasi ganda putri di semua kejuaraan besar dari pertengahan 1990-an untuk hingga Olimpiade 2000. Mereka meraih kejuaraan internasional lebih dari tiga puluh medali yang meliputi dua World Championships IBF dan dua kompetisi Olimpiade.

Duo ini juga yang menyebabkan China mendapatkan kembali Piala Uber tahun 1998 dan mempertahankan medali juara pada tahun 2000. Gu Jun dengan pasangannya mengalahkan Huang Nanyan dan Yang Wei yang sama-sama dari Cina dan memenangkan Olimpiade Sydney 2000. Dia pun meraih gelar juara Grand Prix Dunia enam kali beruturut-turut dari tahun 1994 ke 1999.

6. Li Lingwei

Li Lingwei lahir pada tanggal 4 Januari 1964 di Lishui, Zhejiang, dan ia merupakan kekuatan yang paling dominan dalam bulutangkis perempuan di tahun 1980-an. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah bulutangkis putri serta terkenal karena kemampuan menguasai lapang dan serta permainan net yang cantik.

Dia dengan pasangannya Han Aiping meraih juara dinomor ganda kejuaraan Dunia IBF pada tahun 1985 dan juga memimpin kompetisi Piala Uber dua tahunan. Memenangkan dua medali emas di tunggal putri dan satu di ganda putri Kejuaraan Dunia. Berkat prestasinya Li Lingwei terpilih sebagai anggota Komite Olimpiade Internasional pada bulan Juli 2012.

7. Mia Audina

Pebulutangkis putri asal Indonesia yang bernama lengkap Mia Audina Tjiptawan lahir pada tanggal 22 Agustus 1979, ditengah karirnya kemudian mewakili Belanda di kejuaraan internasional selain mewakili Indonesia di kejuaraan dunia.

Dia menjadi bagian dari tim Piala Uber Indonesia pada usia yang sangat muda 14 tahun dan mulai mendapatkan perhatian masayarakat dunia karena kemampuan mobilitas dan fleksibilitas yang sangat menawan di lapangan.

Mia meraih medali perak dua kali dalam pertandingan tunggal puteri di Olimpiade tahun 1996 dan 2004. Kemudian memenangkan medali perunggu di Kejuaraan Dunia pada tahun 2003, USA Open pada tahun 1996, Singapura Open pada tahun 1997, Jepang Open dua kali pada tahun 1997 dan 2004, Indonesia Open tahun 1998, Korea Open pada tahun 2003, Netherlands Open dua kali pada tahun 2001 dan 2002, Switzerland Open pada tahun 2002 dan Taiwan membuka dua kali pada tahun 2000 dan 2003.

8. Saina Nehwal

Pemain bulutangkis putri terbaik dari India saat ini, Saina Nehwal lahir pada tanggal 17 Maret 1990 di Hisar, Haryana, dan mencapai karirnya sebagai peringkat terbaik ke-2 di dunia beradasarkan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) pada bulan Desember 2010 hingga 2015. Dia saat ini masih dilatih oleh mantan juara bulutangkis India U. Vimal Kumar dan bermain untuk Hyderabad Hotshots di India Badminton League.

Saina memperoleh medali perunggu di Olimpiade London 2012 dan menjadi kali pertama India memenangkan medali di Olimpiade di Badminton. Dia juga atlet india pertama yang memenangi turnamen Super Series yang ia capai dua kali di Indonesia Open pada 21 Juni 2009 dan di Cina Terbuka Super Series pada bulan November 2014. Ia pun meraih juara India Terbuka Grand Prix Gold Tournament pada tanggal 26 Januari 2014 dan mencapai hasil sama pada tahun 2015 India Terbuka Grand Prix Gold.

Kini ia sedang bertanding di Total World Championship dan menempati seed ke-2 dibawah Carolina Marine, pemain tunggal puteri dari Spanyol yang sedang naik daun. Totalitas pertarungan dengan kesabaran dan keuletan membuatnya dapat mengembalikan keadaan permainan saat dirinya tertinggal poin.

9. Liliyana Natsir

Bernama lengkap Liliyana Natsir, kelahiran manado 9 September 1985 ini begitu mengagumkan sebagai pemain bulutangkis ganda campuran yang telah berkiprah membawa nama baik Indonesia untuk selalu berkibar dengan emas yang ia peroleh di setiap pertandingan.

Tercatat, Liliyana yang sering disebut Butet ini memperoleh tercatat sebagai satu-satunya wanita pemain ganda campuran yang memenangkan 3 emas kejuaraan dunia (BWF World Championships) di tahun 2005, 2007 serta 2013, dan kini sedang bertanding kembali memperebutkan gelar yang sempat direbut lawannya hingga tahun 2011 hanya cukup membawa perunggu bersama pasangannya Tantowi Ahmad. Jika menang sebagai juara, maka peristiwa tersebut menjadi ke-empat kalinya bagi Liliyana Natsir menjuarai BWF World Championships.

Natsir selama karirnya telah bermain dalam dua nomor regu yakni Ganda Campuran dan Ganda Putri. Dua kali berganti partner dalam ganda campuran, diawal karirnya ia berpartner dengan Nova Widianto dan sempat memberikan piala perak dalam olimpiade beijing 2008 lalu. Siapa sangka meskipun berganti pasangan tetap saja Natsir mampu menjadi partner yang solid bagi pasangan barunya, seperti yang dilakukannya bersama Tantowi Ahmad. Prestasi luar biasa telah mereka catat termasuk salah satunya 5 kali menjuarai Asian Games serta satu kali meraih emas Asian Championships.

Tak hanya diganda campuran, Liliyana bermain tangguh bersama Vita Marissa sebagai ganda putri meraih perak pada kejuaraan Taiwan terbuka tahun 2007. Ketangkasannya, kecepatan serta strateginya dalam permainan net sangat cepat dan membuat lawan cukup kewalahan. Bahkan diusinya yang ke-29 saat ini sepertinya semangat, kemampuannya terus bertambah terbukti dirinya bersama pasangannya Tantowi selalu bertengger di tga besar pemain terbaik ganda campuran berdasarkan BWF.

10. Wang Yihan

Wang Yihan lahir pada tanggal 18 Januari 1988 di Shanghai, dan merupakan mantan juara dunia tunggal putri. Memulai latihan bulutangkis nya di bawah pelatih nya Wang Pengren pada usia sembilan dan dipilih untuk tim junior pada tahun 2004. Dia dipromosikan ke tim senior Cina pada tahun 2006 dan mulai untuk mewakili negaranya di kejuaraan besar.

Wang Yihan meraih juara di kejuaraan Asia Junior dan Kejuaraan Dunia Junior pada tahun 2006. Dia juga meraih juara World Cup Badminton tahun 2006 dan Rusia Open pada tahun 2007. Serta memperoleh medali perak di Olimpiade London 2012 sebagai tunggal putri. Prestasi teranyarnya meraih dua medali emas di Incheon Asian Games 2014 di tunggal Puteri dan tim China.